Sabtu, 14 Juni 2014

Studi Tentang Hubungan antara Tingkat Pendidikan Orang Tua terhadap Prestasi Belajar Bahasa Indonesia Siswa Kelas VII

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Belajar bahasa Indonesia bukan menghafal formula atau kaidah-kaidah bahasa dan makna kata, dan juga bukan belajar teori-teori penggunaan bahasa. Belajar bahasa adalah belajar menggunakan bahasa sesuai dengan fungsi bahasa di masyarakat. Banyak orang yang dapat menggunakan bahasa dengan baik dan lancar baik tulis maupun lisan. Itulah model belajar bahasa yang dikembangkan dalam penulisan ini. Fokus pembelajaran bahasa ditekankan pada penggunaan bahasa yaitu menyimak, membaca, dan menulis secara kreatif.
Proses pembelajaran dalam sistem intruksional merupakan implikasi persiapan mengajar yang telah disusun oleh guru. Segala prestasi pembelajaran diupayakan sesuai dengan persiapan yang telah disusun. Meskipun demikian guru dalam pelaksanaannya dapat menyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada. Demikian juga yang terjadi dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia.  mempunyai karakteristik yang khas jika dibandingkan dengan mata pelajaran pelajaran yang lain. Kekhasan itu dipengaruhi oleh eksistensi Bahasa Indonesia yang merupakan pembelajaran yang membutuhkan pemahaman..
Apabila diperhatikan secara seksama dalam pembelajaran komponen guru, siswa, materi dan sarana  saling berhubungan dan saling mendukung. Pandangan Rivers terhadap penciptaan interaksi pembelajaran merupakan hal-hal dasar yang perlu ada dalam penyelenggaraan pembelajara. Guru perlu menciptakan situasi yang kondusif dan konstruktif.
Peran keluarga atau orang tua mempunyai kewajiban dan  tanggung jawab kepada anak-anaknya untuk memelihara, melindungi dan mendidiknya. Seberapa jauh tanggung jawab orang tua terhadap anak-anaknya, Arfifin (1977: 74) mengemukakan bahwa pentingnya keluarga yang demkian itu  memandang  bahwa keluarga bukan hanya sebagai persekutuan hidup terkecil saja, tetapi lebih dari itu yakni sebagai lembaga hidup manusia yang dapat memberi kemungkinan celaka atau bahagia anggota keluarga tersebut di dunia dan di akherat.
Jadi jelaslah bahwa penanggung jawab pendidikan pada umumnya dan pendidikan khususnya adalah keluarga, masyarakat dan pemerintah. Dari ketiga unsur penanggung jawab ini, maka keluarga merupakan lembaga pendidikan yang pertama dan utama atas suksesnya pendidikan berikutnya, karena di dalam keluarga anak-anak pertama-tama mendapatkan pendidikan.
Demikian juga pada lembaga pendidikan SMP Negeri pendidikan orang tua terdiri dari berbagai macam tingkat pendidikan ada yang perguruan tinggi, SMA/MAN, SMP/MTsN, dan ada yang SD/MI, kenyataan siswa-siswanya ada yang memiliki prestasi belajar yang baik dan ada prestasi belajarnya kurang.
Berangkat dari kenyataan di atas maka penulis ingin mengungkap studi tentang hubungan antara tingkat pendidikan orang tua dengan prestasi belajar siswa mata pelajaran pelajaran Bahasa Indonesia.

B.    Penegasan Istilah Judul
Untuk menghindari agar tidak terjadi kekaburan atau salah pengertian dalam segi arti istilah-istilah yang terkandung dalam judul tersebut, dan agar sesuai dengan maksud sesungguhnya dalam tulisan ini, maka penulis merasa perlu untuk menjelaskan sebagai berikut:
1.    Studi: menurut Poerwodarminto dalam bukunya “Kamus Umum “” kata studi berarti: Pelajaran; penggunaan waktu dan pikiran untuk memperoleh pengetahuan misalnya ia akan melajutkan diluar negeri; penyeledikian misalnya sarjana asing itu tertarik untuk melakukan penelitian mengenai adat istiadat; dan kebudayaan di pulau itu. (Poerwodarminto, 1984: 965). Sedangkan penggunaan kata studi dalam karya tulis ini berarti penyelidikan tentang ada tidaknya hubungan antara tingkat pendidikan orang tua dengan prestasi belajar Bahasa Indonesia di SMP Negeri
2.    Hubungan : “suatu tehnik statistik yang kerapkali digunakan untuk mencari hubungan antara dua variabel adalah tehnik hubungan. Seorang penyelidik mungkin ingin menetapkan apakah ada hubungan antara tinggi badan dengan kecerdasan”. (Sutrisno Hadi, 1984: 285). Adapun yang penulis maksud “hubungan” dalam judul tersebut adalah ingin mengetahui hubungan antara tingkat pendidikan orang tua dengan prestasi belajar mata pelajaran pelajaran Bahasa Indonesia di SMP Negeri 
3.    Latar belakang tingkat pendidikan orang tua adalah: suatu jenjang pendidikan formal yang terakhir ditempuh oleh orang tua siswa. Misalnya: SD/MI, SMP/MTsN, SMA/MA, dan Perguruan Tinggi.
4.    Prestasi belajar adalah hasil yang dicapai setelah mendapatkan pembelajaran  yangdiukur  melalui tes. (Porwodarminto, 1984: 26).
5.    SMP Negeri adalah suatu lembaga pendidikan formal yang dikelola oleh pemerintah dan merupakan pendidikan dasar 9 tahun yang berada di wilayah Kota Surabaya, oleh penulis dijadikan obyek penelitian.

C.    Perumusan Masalah
Berangkat dari latar belakang masalah yang dikemukakan di atas, maka masalah yang perlu dibahas dalam penelitian ini adalah:
1.    Apakah ada  hubungan  tingkat pendidikan orang tua dengan prestasi belajar Bahasa Indonesia siswa kelas VII SMP Negeri  ?.
2.     Sejauhmana hubungan tingkat pendidikan orang tua dengan prestasi belajar Bahasa Indonesia siswa kelas VII SMP Negeri ?.

D.    Tujuan dan Manfaat Penelitian
1.    Tujuan Penelitian
         Sejalan dengan perumusan masalah yang telah dikemukakan pada pembahasan sebelumnya, maka tujuan penelitian ini sebagai berikut:
a. Ingin mengetahui secara jelas tingkat pendidikan orang tua siswa SMP Negeri
b. Ingin mengetahui secara jelas prestasi belajar siswa mata pelajaran Bahasa Indonesia SMP Negeri
c Ingin mengetahui ada tidaknya hubungan antara tingkat pendidikan orang tua terhadap prestasi belajar siswa mata pelajaran Bahasa Indonesia SMP Negeri
2.    Manfaat Penelitian
Adapun manfaat dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut:
a. Sebagai sumbangan pemikiran yang diharapkan dapat berguna dan menunjang pengajaran Bahasa Indonesia  dan khususnya di SMP Negeri
b. Untuk melengkapi kepustakaan dan tambahan koleksi ilmu pengetahuan di SMP Negeri
c. Bagi guru dapat dijadikan pedoman untuk melaksanakan pendidikan

E.    Ruang Lingkup Penelitian
Karena luasnya aspek masalah atau bahasan yang terkait, maka prestasi penelitian difokuskan pada hal-hal yang relevan saja, yakni masalah-masalah yang diteliti tersebut ditentukan sebagai berikut:
1.    Tingkat pendidikan orang tua siswa kelas VII di SMP Negeri
2.    Prestasi belajar  Bahasa Indonesia siswa kelas VII di SMP Negeri
3.   Hubungan antara tingkat pendidikan orang tua terhadap prestasi belajar siswa mata pelajaran Bahasa Indonesia  siwa kelas VII di SMP Negeri

F.    Hipotesis
          Berdasarkan latar belakang masalah dan masalah-masalah tersebut di atas dapat diajukan hipotesis sebagai berikut:
Ha :    Ada hubungan tingkat pendidikan orang tua dengan prestasi belajar Bahasa Indonesia siswa kelas VII SMP Negeri 
Ho :    Tidak ada hubungan tingkat pendidikan orang tua dengan prestasi belajar Bahasa Indonesia siswa kelas VII SMP Negeri

silahkan downlod Skripsi KTI PTK dengan judul
https://sites.google.com/site/skripsiktiptk/Skripsi%20KTI%20PTK%20kode059.zip?attredirects=0&d=1
COPY LINK DIBAWAH INI MUNGKIN SUATU WAKTU ANDA MEMERLUKAN KEMBALI

Terima kasih sudah berkunjung di judulskripsi-pai.blogspot.com referensi contoh kti skripsi.
Simpan atau rekomendasikan ke teman-teman anda melalui email, blogspot, facebook, twitter, google +, atau berikan komentar anda disini:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar