Sabtu, 14 Juni 2014

Perbedaan Prestasi Belajar Bahasa Indonesia Siswa Kelas II SD Negeri yang Pembelajarannya Menggunakan Strategi PQ4R dengan Menggunakan Pembelajaran Klasikal

BAB  I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Salah satu permasalahan pendidikan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia adalah rendahnya mutu pendidikan pada setiap jenjang dan satuan pendidikan, khususnya pendidikan dasar dan menengah. Berbagai usaha telah dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional, antara lain melalui berbagai pelatihan dan peningkatan kualitas guru, penyempurnaan prasarana pendidikan lainnya, dan peningkatan mutu manajemen pendidikan sekolah. Namun demikian, berbagai indikator mutu pendidikan belum menunjukkan peningkatan yang merata. Demikian juga didalam pembelajaran bahasa Indonesia yang merupakan salah satu pengetahuan yang mempunyai peranan penting dalam melatih berpikir siswa. Bahasa Indonesia berfungsi sebagai alat untuk mengembangkan ketajaman berpikir siswa yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupannya secara logis dan sistematis, kualitas pengajaran bahasa Indonesia belumlah sesuai dengan harapan. Menurut Kadarusman (dalam Setiawan, 1996: 18) dalam masyarakat berkembang isu kemampuan dan keterampilan bahasa Indonesia lulusan sekolah di Indonesia pada umumnya mengalami penurunan, terutama lulusan sekolah.
Menurut Hudoyo (1979), selain sebagai metode berpikir logis, bahasa Indonesia merupakan dasar dan pangkal tolak penemuan dan pengembangan ilmu-ilmu lain. Oleh karena itu dalam bidang pembelajaran penguasaan bidang bahasa Indonesia bagi siswa akan menjadi sarana yang ampuh dalam mempelajari ilmu-ilmu yang lain, baik pada jenjang pendidikan yang sama atau pada jenjang yang lebih tinggi. Dengan membiasakan diri  berpikir logis dan sistematis, siswa dapat mecermati praktek kehidupannya sehari-hari. Hal ini sebagaimana terjabar dalam tujuan pembelajaran bahasa Indonesia yang meliputi usaha pembentukan kecerdasan, membantu perkembangan belajar dan pembentukan watak kepribadian siswa. Oleh karena itu usaha pembelajaran bahasa Indonesia di harapkan dapat mempersiapkan siswa untuk sanggup menghadapi perubahan keadaan didalam kehidupannya dan didunia yang selalu berkembang, melalui latihan bertindak atas dasar pemikiran secara logis, rasional, cermat, jujur, kritis, efektif dan efisien.
Pada hakekatnya, pembelajaran bahasa Indonesia diberikan kepada siswa untuk mempertajam penalarannya, serta mengembangkan pemikiran yang logis dan sistematis bahkan dalam belajar bahasa Indonesia, siswa dapat mengembangkan pemikirannya dari kebiasaan berpikir secara konkrit menuju pemikiran yang abstrak dengan menggunakan pembuktian-pembuktian deduktif (The Liang Gie, 1984) dalam Hudoyo, 1990. Menurut Piaget (dalam Nasution, 2000) mengemukakan bahwa, proses berpikir manusia berkembang secara bertahap, dari berpikir konkrit ke abstrak melalui 4 periode. Keempat periode tersebut adalah (a) periode sensori motor (0-2 tahun), (b) periode pra operasional (2-7 tahun), (c) periode operasi konkrit (7-12 tahun), dan (d) periode operasi formal (11-12 tahun ke atas). Dari tahap perkembangan tersebut nampak bahwa pembelajaran bahasa Indonesia yang diberikan kepada siswa di Sekolah Menengah Pertama telah berada pada tingkat pemikiran operasi formal. Pada tahap ini disebut operasi hipotik-deduktif, artinya anak telah dapat memberikan alasan dengan menggunakan lebih banyak simbol atau gagasan dalam cara berpikirnya. Sementara ini dalam pembelajaran bahasa Indonesia banyak dilakukan secara klasikal karena dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas, guru mendominasi proses belajar mengajar dengan strategi klasikal, dan metode ceramah sebagai metode utama, siswa menerima materi pelajaran secara pasif, dan bahkan hanya menghafal rumus-rumus (Marpamy dalam Herawati, 2003).
Selain itu menurut  R. Soedjadi (dalam Herawati, 2003: 3) bahwa urutan sajian materi dalam pembelajaran bahasa Indonesia yang biasa dilakukan selama ini adalah (1) diajarkan teori/definisi/teorema, (2) diberikan contoh-contoh, (3) diberikan soal latihan. Ini menandakan bahwa pembelajaran yang dilakukan menggunakan pendekatan strukturalistik sehingga siswa cenderung menerima dan menyalin teorema/definisi dan contoh-contoh yang diberikan guru. Untuk mengurangi ini maka dibuatlah terobosan yang dilakukan dalam upaya peningkatan sumber daya tenaga kependidikan, yaitu melalui pelatihan terintegrasi bagi guru, kepala sekolah dan staf dinas yang didasarkan kepada kompetensi yang harus mereka miliki. Menjawab pelatihan terintegrasi tersebut khususnya untuk guru telah dilaksanakan tes kompetensi yang dilakukan oleh Direktorat Pendidikan yang bertujuan untuk mengetahui kebutuhan guru kaitannya dengan kompetensi yang harus dimiliki. Sedangkan pengembangan materi juga telah dilaksanakan rintisan pengembangan materi pembelajaran dan pengajaran kooperatif. Pengembangan materi tersebut difokuskan dalam rangka perbaikan pembelajaran siswa yang merupakan inti dari kegiatan sekolah yang harus didukung oleh proses pengajaran yang berkualitas dengan guru-guru yang kompeten, keorganisasian sekolah yang dapat menfasilitasi keterlaksanaan belajar dan mengajar dimanapun juga, misalnya ruang kelas, sekolah, atau masyarakat, penyediaan sumber-sumber dorongan, masyarakat dapat membantu siswa dan pendidik menciptakan lingkungan belajar mengajar yang berkualitas.
Dalam pembelajaran PQ4R, strategi pembelajaran terbukti efektif dalam membantu siswa menghafal informasi dari bacaan (Meyer, Brandt, Bluth, 1980), Untuk melakukan priview dan mengajukan pertanyaan – pertanyaan sebelum proses pembuatan hubugan antara informasi baru dan apa yang diketahui. Membantu siswa mempelajari judul – judul dan topik-topik utama membantu pembaca sadar akan organisasi bahan – bahan baru tersebut, sehingga memudahkan perpindahannya dari memori jangka pendek ke memori jangka panjang. Resitasi informasi dasar, khusunya bila disertai dengan  beberapa bentuk elaborasi, kemungkinan sekali akan memperkaya pengkodean. Robinson  (1961). Penelitian menunjukan metode PQ4R sangat efektif untuk siswa - siswa yang  lebih dewasa (Adams et. al.,1982). Prosedur PQ4R Berikut ini: Adalah memusatkan siswa pada pengorganisasian informasi bermakna dan melibatkan siswa pada strategi – strategi lain yang efektif, seperti pengajuan pertanyaan, elaborasi dan latihan terdistribusi kesempatan - kesempatan untuk meriviu informasi sepanjang periode waktu tertentu (Anderson, 1990)

B.    Rumusan Masalah  
Berdasarkan latar belakang masalah yang penulis uraikan di atas, selanjutnya dapat diidentifikasikan rumusan masalah penelitian sebagai berikut :
Apakah ada perbedaan prestasi belajar bahasa Indonesia siswa kelas II SD Negeri yang pembelajarannya menggunakan strategi PQ4R dibanding menggunakan pembelajaran klasikal?”

C.    Tujuan Penelitian
Bertitik tolak dengan rumusan masalah yang akan diteliti, maka tujuan dalam penelitian ini penulis rumuskan sebagai berikut :
“Untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar bahasa Indonesia siswa kelas II SD Negeri yang pembelajarannya menggunakan strategi PQ4R dibanding menggunakan pembelajaran klasikal.”

D.    Hipotesis
Ha :   Ada perbedaan prestasi belajar bahasa Indonesia siswa kelas II SD Negeri yang pembelajarannya menggunakan strategi PQ4R dibanding menggunakan pembelajaran klasikal.
Ho :    Tidak ada perbedaan prestasi belajar bahasa Indonesia siswa kelas II SD Negeri yang pembelajarannya menggunakan strategi PQ4R dibanding menggunakan pembelajaran klasikal.

E.    Kegunaan Penelitian
Penelitian ini dipandang perlu dilaksanakan yang hasilnya diharapkan dapat berguna bagi pengembangan ilmu pengetahuan, lembaga pendidikan SD Negeri dan penulis.
1.    Kegunaan bagi pengembangan ilmu pengetahuan
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan data empiris yang akurat tentang  implementasi strategi pembelajaran PQ4R dan strategi pembelajaran klasikal untuk meningkatkan efektivitas dalam pembelajaran, dan pengaruhnya terhadap motivasi berprestasi dan prestasi belajar siswa SD Negeri dalam bidang studi Bahasa Indonesia .
2.    Kegunaan  bagi lembaga pendidikan SD Negeri
Penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan wacana yang sangat bermanfaat khususnya bagi guru SD Negeri dalam melaksanakan kewenangannya untuk memilih, mempertimbangkan, dan pengambilan keputusan penggunaan metode pembelajaran yang efektifitas, sesuai dengan kondisi dan situasi, dapat memperluas pemikiran siswa, merangsang kreatifitas anak didik dalam bentuk ide, gagasan terobosan baru, belajar dengan kemampuan individual siswa maupun kerjasama.
3.    Kegunaan bagi penulis.
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan  pengalaman nyata bagi penulis, yang juga sangat berguna sebagai piranti untuk selalu mengembangkan kompetensi program pengajaran bahsa Indonesia agar lebih bermakna dan selalu membawa kehidupan baru dalam pendidikan Bahasa Indonesia  di SD Negeri 

F.    Asumsi dan Keterbatasan Penelitian
Dalam penelitian ini digunakan asumsi sebagai berikut:
1.    Asumsi Penelitian
a. Pada waktu mengerjakan tes hasil belajar dan tes keterampilan strategi belajar PQ4R, siswa berusaha dengan sungguh-sungguh dan tidak bekerja sama.
b. Guru  yang  bertindak  sebagai  pengajar diasumsikan mempunyai pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang relatif sama  di dalam mengunakan strategi pembelajaran PQ4R dan Strategi Pembelajaran klasikal.
c. Lingkungan pembelajaran pada kelompok perlakuan (treatment) dan pada kelompok kontrol, baik lingkungan fisik seperti suhu udara, keadaan fisik ruangan kelas, dan lingkungan sosial seperti suasana hubungan antar siswa, juga diasumsikan relatif sama dengan pengendalian-pengendalian seperlunya.
2.   Keterbatasan Penelitian.
a. Subyek penelitian ini   pada  semester II tahun pelajaran
b. Penelitian terbatas pada SD Negeri

silahkan downlod Skripsi KTI PTK dengan judul
https://sites.google.com/site/skripsiktiptk/Skripsi%20KTI%20PTK%20kode057.zip?attredirects=0&d=1
COPY LINK DIBAWAH INI MUNGKIN SUATU WAKTU ANDA MEMERLUKAN KEMBALI

Terima kasih sudah berkunjung di judulskripsi-pai.blogspot.com referensi contoh kti skripsi.
Simpan atau rekomendasikan ke teman-teman anda melalui email, blogspot, facebook, twitter, google +, atau berikan komentar anda disini:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar