Kamis, 12 Juni 2014

Peningkatan Pembelajaran Cooperative Learning dengan Media VCD terhadap Perolehan Hasil Belajar Kewarganegaraan Siswa Kelas X SMA Negeri

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Dalam Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional, Bab VII, pasal 27, ayat (3) disebutkan bahwa ” tenaga pengajar merupakan tenaga pendidik yang khusus diangkat dengan tugas utama mengajar … (1989; 60). Tugas tenaga pengajar (Guru) adalah mengajar, bukan semata-mata sebagai penyaji materi, tetapi yang utama adalah membelajarkan siswa, membuat agar siswa dapat belajar. Dari sinilah kemudian timbul istilah “ Pembelajaran “. Tugas membelajarkan ini tidak terbatas pada pendidikan di sekolah saja, tetapi juga bagi tutor-fasilitator yang bergerak dalam pendidikan di luar sekolah. Belajar tidak ada batasnya, berlangsung sepanjang jaga manusia.
Adanya inovasi yang terus menerus dalam bidang pendidikan, menuntut para pengelola pendidikan (termasuk guru) untuk meningkatkan kualitas kemampuannya dalam menjalankan tugas sehari-sehari memecahkan masalah belajar yang menjadi tugas utamanya.
Untuk itu Perlu adanya perubahan paradigma dalam menelaah proses belajar siswa dan interaksi antara siswa dan guru. Sudah seyogyanyalah kegiatan belajar mengajar juga lebih mempertimbangkan siswa. Siswa bukanlah sebuah botol kosong yang bisa diisi dengan muatan-muatan informasi apa saja yang dianggap perlu oleh guru. Selain itu, alur proses belajar tidak harus berasal dari guru menuju siswa. Siswa bisa juga saling mengajar dengan sesama siswa yang lainnya. Bahkan banyak penelitian menunjukkan bahwa pengajaran oleh rekan sebaya (peer teaching) ternyata lebih efektif daripada pengajaran oleh guru. Sistim pengajaran yang memberi kesempatan kepada anak didik untuk bekerja sama dengan sesama siswa dalam tugas-tugas yang berstruktur disebut sistim pembelajaran “gotong royong atau cooperative learning” (Lie Anita,1999:12) . Dalam sistim ini, guru bertindak sebagai fasilitator.
Bagi guru-guru di negeri ini metode gotong royong tidak terlampau asing dan mereka hanya telah sering menggunakannya dan mengenalkannya sebagai metode kerja kelompok. Memang tidak pernah disangkal bahwa banyak guru telah sering menugaskan para siswa untuk bekerja dalam kelompok.
Pembelajaran  supaya sukses sangat diperlukan adanya media pendidikan. Media pendidikan semakin banyak dan dikenal masyarakat, media pendidikan dibutuhkan dan digunakan oleh para pengajar, instruktur, pelatih, tutor , dan pihak-pihak lain dalam pendidikan formal. Dari komponen Sistem Pembelajaran ini, media pembelajaran memegang peranan penting. “ Media “ bukan hanya sekedar alat bantu tetapi lebih merupakan bagian integral dalam proses belajar mengajar. Kehadiran media pembelajaran ini merupakan suatu keharusan, dan menuntut para guru untuk merancang dalam suatu rancangan sistem instruksional terpadu. Media dengan kedudukannya tadi, akan dapat menggantikan salah satu tugas guru. Guru dan media secara bersama-sama membagi tanggung jawab dalam mengelola kegiatan belajar mengajar. Guru tetap sebagai pengelola, motivator, tutor sedangkan media sebagai penyaji materi (bahan) ajaran. Dengan demikian guru dapat menggunakan waktunya secara lebih efisien dan beban tugas dapat dikurangi, produktivitas pengajaran lebih tinggi. Agar rancangan (disain) pembelajaran yang dibuat memiliki daya untuk memecahkan masalah belajar secara optimal, perlu terus menerus diadakan evaluasi.
Pendidikan kewarganegaraan memiliki peranan dalam pembentukan pribadi siswa yang harmonis dalam logika, rasa estetis, artistiknya, serta etikanya dengan memperhatikan kebutuhan perkembangan anak dalam mencapai kecerdasan emosional (EQ), kecerdasan intelektual (IQ), kreativitas (CQ), serta kecerdasan spiritual dan moral (SQ) dengan cara mempelajari elemen-elemen, prinsip-prinsip, proses dan teknik berkarya sesuai dengan nilai-nilai budaya dan keindahan serta sesuai dengan konteks sosial budaya masyarakat sebagai sarana untuk menumbuhkan sikap saling memahami, menghargai, dan menghormati.
Pendidikan kewarganegaraan memiliki peranan dalam mengembangkan kreativitas, kepekaan rasa dan inderawi, serta kemampuan berkekewarganegaraanan melalui pendekatan belajar dengan kewarganegaraan, belajar melalui kewarganegaraan, dan belajar tentang kewarganegaraan.
Bidang-bidang kewarganegaraan dengan memiliki kekhasan tersendiri berdasarkan kaidah keilmuan masing-masing. Plato, seorang ahli filsafat menyatakan bahwa “Kewarganegaraan seharusnya menjadi dasar pendidikan” (Read,1970). Pernyataan ini menunjukkan bahwa sesungguhnya kewarganegaraan atau pendidikan kewarganegaraan memiliki peran dan fungsi yang penting bagi pendidikan secara umum. Dalam perspektif pendidikan, kewarganegaraan dipandang sebagai sarana untuk mencapai sasaran pendidikan.
John Dewey menambahkan bahwa kewarganegaraan seharusnya menjadi alat untuk mencapai tujuan pendidikan dan bukannya untuk kepentingan kewarganegaraan itu sendiri. Pendidikan melalui kewarganegaraan diharapkan dapat memberikan keseimbangan rasional dan emosional, intelektualitas, dan sensibilitas (Dorn, 1994).
Melalui pendidikan kewarganegaraan di sekolah terpenuhi keseimbangan rasional, emosional, dan kegiatan motorik melalui kegiatan berkarya  . Perkembangan kemampuan rasional, emosional, dan sekaligus motorik ini sungguh penting bagi dunia pendidikan anak.
Pendidikan kewarganegaraan memiliki sifat multilingual, multidimensial, dan multikultural. Multilingual berarti kewarganegaraan bertujuan mengembangkan kemampuan mengekspresikan diri dengan berbagai cara seperti , pengetahuan, pemahaman, analisis, evaluasi, apresiasi, dan produktivitas dalam menyeimbangkan fungsi otak kanan dan otak kiri, dengan memadukan unsur logika, etika, dan estetika. Multikultural berarti kewarganegaraan bertujuan menumbuh kembangkan kesadaran dan kemampuan  terhadap keragaman budaya lokal dan global sebagai pembentukan sikap menghargai, toleransi, demokrasi, beradab dan hidup rukun dalam masyarakat dan budaya yang majemuk.
Melihat kenyataan ini terdapat kesepakatan dikalangan pakar pendididkan bahwa salah satu upaya untuk mencapai hasil belajar seperti yang diungkapkan di atas adalah dengan meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam proses belajar mengajar, salah satu cara yang ditempuh adalah dengan menerapkan metode pembelajaran yang menuntut siswa terlibat secara aktif dengan satu harapan penemuan-penemuan konsep pada akhir proses belajar mengajar.
Hasil belajar yang dimaksud adalah hasil belajar dalam mata pelajaran Kewarganegaraan dengan subyek siswa kelas X SMA Negeri
Mengacu  pada latar belakang dan temuan para ahli, maka perlu dilakukan penelitian “Peningkatan Pembelajaran Cooperative Learning dengan Media VCD Terhadap Perolehan Hasil Belajar Kewarganegaraan Siswa kelas X SMA Negeri”.

B.    Rumusan Masalah
Pelaksanaan proses belajar mengajar, guru dituntut untuk mampu memilih dan menetapkan cara-cara yang tepat dalam menyapaikan materi pelajaran yaitu dengan cara yang mampu membuat komunikasi belajar antara guru yang mengajar secara aktif dan diikuti oleh siswa yang mengikuti pelajaran secara aktif pula  (Arikunto, 1991: 3).
 Berangkat dari kenyataan ini maka muncul masalah penelitian yang dirumuskan sebagai berikut:
Adakah peningkatan pembelajaran cooperative learning dengan media VCD terhadap perolehan hasil belajar kewarganegaraan siswa kelas X SMA Negeri?”

C.    HIPOTESIS PENELITIAN
Dalam penelitian ini rumusan hipotesis yang diajukan adalah:
Ha :   “Ada peningkatan pembelajaran cooperative learning dengan media VCD terhadap perolehan hasil belajar kewarganegaraan siswa kelas X SMA Negeri”
Ho :  “Tidak ada peningkatan pembelajaran cooperative learning dengan media VCD terhadap perolehan hasil belajar kewarganegaraan siswa kelas X SMA Negeri”

D.    TUJUAN PENELITIAN
Bertitik tolak dari masalah yang dirumuskan diatas secara umum penelitian ini dapat  memberikan gambaran tentang peningkatan pembelajaran cooperative learning dengan media VCD.Untuknitu . Tujuan penelitian adalah:
“Untuk mengetahui peningkatan pembelajaran cooperative learning dengan media VCD terhadap perolehan hasil belajar kewarganegaraan siswa kelas X SMA Negeri”

E.    MANFAAT PENELITIAN
Dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektifitas dalam dunia pendidikan khususnya dalam pembelajaran yang menggunakan cooperative learning dengan media VCD dalam meningkatkan perolehan hasil belajar kewarganegaraan diharapkan bermanfaat bagi :.
1.    Guru
Hasil penelitian ini, dapat memberikan motivasi para guru dalam memberikan pembelajaran kewarganegaraan  dengan menggunakan cooperative learning dengan menggunakan media VCD agar dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
2.    Siswa
a. Dapat meningkatkan pemahaman siswa dalam  kegiatan belajar mengajar.
b. Dapat meningkatkan daya tarik siswa terhadap pelajaran kewarganegaraan .
3.   Peneliti
a. Untuk menambah pengetahuan bagi peneliti serta memantapkan program pendidikan sehingga dapat berkembang selaras dengan kemajuan pendidikan.
b. Untuk menambah wawasan dalam penelitian selanjutnya dalam pembelajaran kewarganegaraan .

silahkan downlod Skripsi KTI PTK dengan judul
https://sites.google.com/site/skripsiktiptk/Skripsi%20KTI%20PTK%20kode045.zip?attredirects=0&d=1
COPY LINK DIBAWAH INI MUNGKIN SUATU WAKTU ANDA MEMERLUKAN KEMBALI

Terima kasih sudah berkunjung di judulskripsi-pai.blogspot.com referensi contoh kti skripsi.
Simpan atau rekomendasikan ke teman-teman anda melalui email, blogspot, facebook, twitter, google +, atau berikan komentar anda disini:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar