Kamis, 12 Juni 2014

Peningkatan Hasil Belajar Matematika Siswa yang Mendapatkan Intensitas Bimbingan Belajar Siswa Kelas IX SMP Negeri

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Matematika merupakan suatu mata pelajaran yang kompleks. Matematika yang begitu sederhana, memiliki kekuatan yang luar biasa sampai bisa memasuki seluruh bidang ilmu dan kehidupan manusia.
Pembelajaran merupakan sarana sarana berpikir deduktif dalam menemukan ilmu pengetahuan dan teknologi baru dalam kehidupan manusia sehari-hari. Matematika merupakan  metode berfikir logis dengan sistematis, cermat dan teliti, yang dapat memberikan kegunaan praktis dalam kehidupan sehari-hari yang membutuhkan pemecahan secara format dan teliti (Djaali, 1993). Di bidang keilmuan, matematika merupakan salah satu jenis dari enam jenis materi ilmu yang di pelajari dan dikembangkan pada berbagi tingkat pendidiakn dewasa ini. Selain itu matematika berperan juga sebagai  bahasa simbolik yang memungkinkan terwujudnya komunikasi yang cermat dan tepat (Herman Hudoyo, 1979). Selanjutnya dikemukakan bahwa selain sebagai metode berfikir logis, matematika merupakan dasar pangkal tolak penemuan dan pengembangan ilmu – ilmu lain. Oleh karena itu dalam bidang pembelajaran penguasaan bidang matematika bagi peserta didik akan menjadisarana yang ampuh dalam mempelajari ilmu-ilmu lain, pada jenjang pendidikan yang sama atau pada jenjang yang lebih tinggi.
Dengan membiasakan diri berfikir logis dan sitematis, peserta didik dapat mencermati praktek kehidupanya sehari-hari. Hal ini sebagaimana terjabar dalam tujuan pembelajaran matematika yang meliputi usaha pembentukan kecerdasan, membantu perkembangan belajar dan pembentukan watak kepribadian peserta didik. Oleh karena itu, usaha pembelajaran matematika yang di harapkan dapat mempersiapkan pserta didik untuk sanggup menghadapi perubahan keadaan didalam kehidupanya dan didunia yang selalu berkembang, melalui pelatihan bertindak ats dasar pemikiran secara logis, rsional, cermat,jujur ,kritis, efektif dan efisien.
Pembelajaran matematika mempersiapkan peserta didik agar dapat menggunakan matematikan dan pola berfikir matematika dalam kehidupanya sehari - hari dan dalam mempelajari berbagi limu pengetahuan (Dekdikbud, 1995). Gagne (1984, 1995) mengatakan bahwa ketrampilan - ketrampilan intelektual itu bersifat kontinum dari yang sederhana ke yang kompleks dan memiliki hubungan yang herarkhis. Ini berari guru dalam proses belajar mengajar perlu menggali pegetahuan peserta didik sebagai pusat kegiatan belajar mengajar. Tetapi kenyatan di lapangan nampaknya menunjukan bahwa pengaruh pengembangan kognitif peserta didik kurang berkembang dengan baik dalam memahami matematika. Denga, demikian, proses berfikir logis dan abstrak sebagaimana yang di inginkan dalam pembelajaran matematika tidak tercapai. Akibatnya yang lebih buruk lagi adalah merosotnya prestasi belajar matematika peserta didik. Pendidikan di indonesia mengalami empat permasalahan yaitu mutu, pemeratan, relevansi, efektifitas, dan efisiensi (Ardhana, 1984).
Salah satu strategi pembelajaran yang dapat digunakan adalah bimbingan belajar. Adapun aspek pengetahuan matematika meliputi materi pembelajaran yang berupa rumus, simbol dan angka-angka matematika, sedangkan ketrampilan matematika merupakan kegiatan praktis dalam kehidupan sehari-hari yang membutuhkan pemecahan secara cermat dan teliti. Makin banyak pengetahuan matematika yang di kuasai, makin baik pula ketrampilan matematika yang di capai. Tentang study bimbimngan  Douglas L. Evert (dalam hudoyo, 1990) dari hasil penelitianya mengungkapkan nahwa terdapat korelasi positif antara kemampuan siwa yang mendapat bimbingan dengan hasil belajarnya di bandingkan dengan siswa sebelum mendapatkan bimbingan. Salah satu cara yang penting dalam mengajarkan matematika adalah memberikan bimbingan dalam mengerjakan latihan secara berulang kali. Dengan mengerjakan banyak soal yang ada kaitanya dengan materi - materi yang telah dipelajari, maka pengethuan dan ketrampilan siswa dapat berkembang. Hal ini juga akan menyempurnakan pengertian siswa tentang materi yang sedang di pelajari. Apabila latihan digunakan dengan tepat, maka setelah latihan selama lima belas menit kegiatan menjadi hidup, siswa dapat berinteraksi secara aktif (Hudoyo, 1988). Sebenarnya disitulah saatnya bagi para guru unutk mengembangkan kreatifitas dan aktifitas yang bermakna bagi peserta didik. Kekurangan pembelajaran matematika selama ini, terletak pada kekurangan guru yang tidak mengembangkan kreatifitas dan aktifitas yang bermakna bagi peserta didik, karena mereka lebih menekankan pada tercapainya target kurikulum yang telah ditetapkan, tanpa mau batas kemampuan peserta didik dalam menyerap materi yang diberikan. Akibatnya peserta didik kurang dapat memahami dan mengerti materi pembelajaran matematika yang diberikan guru disekolah. Hal itulah yang menyebabkan para orang tua berinisiatif guna mengikutsertakan anaknya dalam kegiatan bimbingan. Supaya lebih meratanya bimbingan yang diberikan, seyogyanya bimbingan tersebut diadakan di sekolah sehingga dapat diikuti oleh semua siswa.

B.    Rumusan Masalah
Dari latar belakang masalah yang telah di uraikan di atas maka dapat di rumuskan masalah sebagai berikut:
Apakah ada peningkatan hasil belajar matematika siswa yang mendapatkan intensitas bimbingan belajar siswa kelas IX SMP Negeri ?”.

C.    Tujuan Penelitian
Penulis ingin mengetahui apakah ada peningkatan hasil belajar matematika siswa yang mendapatkan intensitas bimbingan belajar siswa kelas IX SMP Negeri
 
D.    Hipotesis Penelitian
Sesuai dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian di atas, maka hipotesis yang akan di uji dalam penelitian ini adalah :
Ha =  Ada peningkatan hasil belajar matematika siswa yang mendapatkan intensitas bimbingan belajar siswa kelas IX SMP Negeri
Ho =   Tidak ada peningkatan hasil belajar matematika siswa yang mendapatkan intensitas bimbingan belajar siswa kelas IX SMP Negeri

E.    Pembatasan Penelitian
Penelitian yang di lakukan ini terbatas pada hal sebagai berikut :
1. Pada Penelitian ini, study bimbingan yang di maksud yakni bimbingan belajar pada bidang study matematika.
2. Penelitian ini di maksudkan hanya untuk melihat pengaruh yang dapat di timbulkan dari bimbingan belajar matematika terhadap hasil belajar siswa SMP Negeri
3. Penelitian ini dibatasi pada pokok bahasan menggali bagian-bagian lingkaran
4. Penelitian dilaksanakan pada tahun

F.    Manfaat Penelitian
Penelitian ini penting di laksanakan dengan pertimbangan – pertimbangan sebagai berikut :
1. Untuk memberikan gambaran kepada guru – guru bidang studi, khususnya bidang  bimbingan belajar terhadap hasil belajar matematika siswa.
2. Memberikan konstribusi praktis terhadap pelaksanaan proses belajar mengajar dengan menggunakan bimbingan belajar dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

silahkan downlod Skripsi KTI PTK dengan judul
https://sites.google.com/site/skripsiktiptk/Skripsi%20KTI%20PTK%20kode041.zip?attredirects=0&d=1
COPY LINK DIBAWAH INI MUNGKIN SUATU WAKTU ANDA MEMERLUKAN KEMBALI

Terima kasih sudah berkunjung di judulskripsi-pai.blogspot.com referensi contoh kti skripsi.
Simpan atau rekomendasikan ke teman-teman anda melalui email, blogspot, facebook, twitter, google +, atau berikan komentar anda disini:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar