Kamis, 12 Juni 2014

Peningkatan Hasil Belajar Matematika Pokok Bahasan Statistik dan Statistika dengan Media Pembelajaran VCD Dibanding dengan Media Gambar Siswa Kelas XII SMA Negeri

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
              pendidikan merupakan masalah yang sangat kompleks. Hampir di setiap negara di dunia terjadi perdebatan tajam tentang apa yang seharusnya diajarkan di sekolah. UU RI tentang sistem pendidikan Nasional (UUSPN) No. 20 tahun 2003, tujuan pendidikan Nasional sebagai berikut:
“Pendidikan Nasional bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab .
Percepatan arus informasi, globalisasi, dan krisis multimedia telah mempengaruhi berbagai dimensi kehidupan, dan kualitas sumber daya manusia (SDM), termasuk semakin terkikisnya nilai-nilai islami pada sebagian masyarakat. Hal tersebut terjadi ketika masyarakat didekte untuk memasuki “kehampaan spiritual” yang membuatnya teraing dari diri, lingkungan dan nilai-nilai agama yang dianutnya. Oleh karena itu, jika bangsa Indonesia ingin berkiprah dalam percaturan global, maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah menata SDM, terutama menyangkut aspek emosional, spiritual, kreativitas, dan moral, di samping aspek intelektual. Penataan SDM tersebut harus diupayakan secara bertahap dan berkesinambungan melalui sistem pendiidkan yang berkualitas, baik secara informal, formal, maupun non formal, mulai dari pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi. Hal ini penting bahwa pendidikan belum mampu menghasilkan SDM sesuai dengan perkembangan masyarakat, dan kebutuhan pembangunan, meskipun kondisi yang ada sekarang bukan sepenuhnya kesalahan pendidika. Perwujudan masyarakat yang berkualitas tersebut menjadi tanggung jawab pendidikan, terutama dalam mempersiapkan peserta didik menjadi subjek yang makin berperan menampilkan keunggulan dirinya yang tangguh, kreatif, mandiri dan profesional pada bidangnya masing-masing
          Kita telah menyadari bahwa pendidikan tidak lagi dan memang tidak pernah bisa ditangani secara sentralistik. Sentralisasi identik dengan penyeragaman. Ketika penyeragaman terjadi, sesungguhnya sedang berlangsung proses pengebirian potensi kreatif pendidikan itu sendiri, karena itu perubahan paradigma dari sentralisasi ke desentralisasi merupakan suatu keharusan. Sekolah secara individu perlu diberi keleluasaan yang proposional dalam menjalankan proses pendidikan.  Tetapi tentunya tidak ingin bila yang terjadi justru berpindahnya virus sentralisasi tersebut dari pusat ke daerah yang akan menambah merosotnya kualitas pendidikan.
        Indikasi mengenai rendahnya kualitas pembelajaran sebagaimana yang digambarkan diatas sangat terasa dalam pembelajaran Matematika di Sekolah Menengah Atas.. Beberapa masalah umum  yang dijumpai dalam pembelajaran Matematika di SMA, Misalnya : (1) bagaimana mengembangkan pengertian atau pemahaman tentang pengetahuan dalam diri siswa, serta (2) bagaimana memilih dan menggunakan strategi pembelajaran yang cocok dengan meteri yang akan diajarkan. Fenomena yang terjadi dalam proses belajar mengajar Matematika di Sekolah Menengah Atas sekarang ini semakin jauh dari perhatian dan pengamatan guru. Untuk mengatasi masalah tersebut maka perlu adanya, pembelajaran Matematika yang memperhatikan sejumlah variabel seperti : kemampuan awal siswa, strategi pembelajaran pembelajaran yang mengacu pada ketrampilan memecahkan masalah dilingkungan belajar siswa yang kondusif bagi tumbuhnya minat belajar siswa secar optimal.
Menurut Reigeluth dalam Degeng (1989 : 14) pada hakekatnya hanya variabel metode pembelajaran yang berpeluang untuk dimanipulasi. Karena metode yang tepat dengan memperhatikan kondisi yang ada akan dapat meningkatkan prestasi belajar. Senada Dengan Reigeluth, Degeng (2001 : 12) berpendapat bahwa saat ini diperlukan pengetahuan tentang jenis–jenis metode yang dapat membuat belajar menjadi mudah dan lebih menyenangkan bagi siswa, metode yang lebih efektif, efisien, dan memilikin daya tarik tinggi. Untuk memungkinkan siswa aktif dalam proses belajar, diperlukan kemampuan dan ketrampilan guru yang memadai dalam hal pengambilan keputusan yang tepat melalui penciptaan kondisi belajar yang relavan dengan tujuan yang hendak dicapai serta kondisi yang ada melalui media pembelajaran yang dapat menginformasi pesan.. Yang dimaksud pesan menurut Rohani (1997 ; 1) adalah : “Pengetahuan, keahlian skill, ide, pengalaman”. Melalui proses komunikasi, pesan dan informasi dapat diserap dan dihayati orang lain. Agar tidak terjadi kesesatan dalam proses komunikasi perlu digunakan sarana yang membantu proses komunikasi yang disebut media. Dalam proses belajar mengajar media yang digunakan untuk memperlancar komunikasi belajar adalah media / instruksional edukatif.
Guru yang mengharapkan proses dan hasil instruksional supaya efektif, efisien dan berkualitas, semestinya memperhatikan faktor media yang keberadaannya memiliki peranan yang sangat penting. Media edukatif memiliki nilai praktis dan fungsinya sangat besar bagi proses belajar mengajar.
Pemanfaatan media pembelajaran matematika dapat membantu siswa apabila menghadapi situasi belajar yang memerlukan pemahaman pada sejumlah alternatif prosedur (sederhana sampai kompleks) sehingga pembelajaran berjalan secara efisien dan praktis. Apabila pelajar belum dapat melakukan identifikasi, memilih, menetapkan dan pada akhirnya menerapkan sejumlah prosedur belum cukup memiliki pengetahuan alternatif prosedur (struktur kognitif) yang dapat dioperasikan sesuai dengan tujuan yang akan dicapai.
Sudjana  (1991; 2) mengatakan bahwa : “Media pengajaran dapat mempertinggi proses belajar siswa dalam pengajaran yang pada gilirannya diharapkan dapat mempertinggi hasil belajar”. Hakekat tujuan pembelajaran Matematika tidak sekedar mengantarkan siswa untuk mampu berkomunikasi, tetapi juga mengarahkan pada pertumbuhan dan perkembangan anak secara utuh, disamping sebagai dasar-dasar ilmu pengetahuan matematika berfungsi sebagai ilmu pengetahuan untuk mengembangkan kemampuan dan sikap nasionalisme.
Menurut Gozali (1982 ; 85) mengatakan bahwa pemilihan media seyogyanya tidak terlepas dari konteknya, bahwasannya media merupakan komponen dari sistem instruksional secara keseluruhan. Karena itu meskipun tujuan dan isinya sudah diketahui, faktor-faktor lain seperti karakteristik siswa, strategi belajar mengajar, organisasi kelompok belajar, alokasi waktu dan sumber, serta prosedur penilaiannya juga perlu dipertimbangkan. Kurikulum berbasis kompetensi mata pelajaran matematika berorientasi pada hakikat pembelajaran bahasa, bahwa belajar bahasa adalah belajar berkomunikasi oleh karena itu pembelajaran matematika diarahkan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam berkomunikasi dengan matematika , baik secara lisan maupun tulisan (Puskur Depdiknas, 2002).
Penggunaan media pembelajaran apabila dilaksanakan dengan tepat dapat mempertinggi proses belajar siswa yang pada gilirannya dapat mempertinggi hasil belajar yang dicapai karena pengajaran akan lebih menarik perhatian siswa, bahan lebih jelas, metode mengajar bervariasi dan siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar (Sudjana, 2001 ; 2). Sedangkan (Sudjarwo, 1988; 169) mengemukakan bahwa media pembelajaran dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses belajar mengajar, menimbulkan gairah belajar dan memungkinkan siswa untuk berinteraksi lebih langsung dengan kenyataan yang dimediakan.  Dari uraian di atas untuk meningkatkan prestasi belajar siswa maka guru seyogyanya menggunakan media yang digemari siswa yaitu media pembelajaran VCD.

B.    Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian Latar Belakang Masalah, peneliti mencoba merumuskan pertanyaan yang akan dicari pembahasan dan pemecahannya, baik pembahasan menurut analisis data maupun teori-teori beberapa ahli yang menjadi acuan penelitian ini, yaitu :
Apakah ada peningkatan hasil belajar matematika pokok bahasan statistik dan statistika dengan media pembelajaran VCD dibanding dengan media gambar siswa kelas XII SMA Negeri ?”

C.    Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan Masalah diatas maka tujuan penelitian ini adalah : “Ingin mengetahui peningkatan hasil belajar matematika pokok bahasan statistik dan statistika dengan media pembelajaran VCD dibanding dengan media gambar siswa kelas XII SMA Negeri

D.    Hipotesis
Hipotesis merupakan prediksi mengenai kemungkinan hasil dari suatu penelitian (Yatim, 2001 ; 16).
Ha :     Ada peningkatan hasil belajar matematika pokok bahasan statistik dan statistika dengan media pembelajaran VCD dibanding dengan media gambar siswa kelas XII SMA Negeri ”
Ho :     Tidak ada peningkatan hasil belajar matematika pokok bahasan statistik dan statistika dengan media pembelajaran VCD dibanding dengan media gambar siswa kelas XII SMA Negeri ”

E.    Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan berbagai pihak antara lain :
1.   Hasil penelitian sebagai bahan masukan para guru dalam menggunakan media pengajaran
2.   Hasil penelitian sebagai bahan kebijakan pendidikan dilingkungan pendidikan sebagai sumbangan pemikiran dalam membina dan mengembangkan media yang dibutuhkan dalam rangka meningkatkan hasil belajar siswa.
3.  Hasil penelitian ini sebagai bahan referensi penelitian berikutnya yang berhubungan dengan penggunaan media pembelajaran.

silahkan downlod Skripsi KTI PTK dengan judul
https://sites.google.com/site/skripsiktiptk/Skripsi%20KTI%20PTK%20kode040.zip?attredirects=0&d=1
COPY LINK DIBAWAH INI MUNGKIN SUATU WAKTU ANDA MEMERLUKAN KEMBALI

Terima kasih sudah berkunjung di judulskripsi-pai.blogspot.com referensi contoh kti skripsi.
Simpan atau rekomendasikan ke teman-teman anda melalui email, blogspot, facebook, twitter, google +, atau berikan komentar anda disini:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar