Kamis, 12 Juni 2014

Peningkatan Hasil Belajar Kewarganegaraan yang Diajar dengan Pembelajaran Diskusi Kelompok Kecil Siswa Kelas X SMA Negeri

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Pembelajaran kewarganegaraan memiliki tujuan untuk mengembangkan kemampuan dan pemahaman siswa dalam memahami dan menghayati nilai-nilai Pancasila dalam rangka pembentukan sikap dan perilaku  sebagai pribadi, anggota masyarakat, dan warga negara yang bertanggungjawab serta memberi bekal kemampuan untuk mengikuti pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi. Oleh karena itu, dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar diharapkan Bapak/Ibu guru menggunakan cara pembelajaran yang melibatkan siswa dalam kegiatan fisik, mental (pikiran dan perasaan), serta lingkungan sosial budaya.
Untuk mengembangkan kultur sekolah ke arah upaya peningkatan mutu pendidikan, tugas sekolah dalam mengelola sumber-sumber penyelenggaraan pendidikan perlu memperbaharui hal hal yang berhubungan dengan kurikulum,  pegawai, keuangan, sarana-prasarana dan hubungan masyarakat dapat berjalan dengan yang diinginkan, apabila pembinaan dilakukan secara kontinu oleh sekolah.  Bagaiamanapun juga sekolah merupakan kewenangan dan tanggung jawab warga sekolah. (Sondang, 1985 : 27).         
Kita telah menyadari bahwa pendidikan tidak lagi dan memang tidak pernah bisa ditangani secara sentralistik. Sentralisasi identik dengan penyeragaman. Ketika penyeragaman terjadi, sesungguhnya sedang berlangsung proses pengebirian potensi kreatif pendidikan itu sendiri, karena itu perubahan paradigma dari sentralisasi ke desentralisasi merupakan suatu keharusan. Sekolah secara individu perlu diberi keleluasaan yang proposional dalam menjalankan proses pendidikan.  Tetapi tentunya tidak ingin bila yang terjadi justru berpindahnya virus sentralisasi tersebut dari pusat ke daerah yang akan menambah merosotnya kualitas pendidikan.
Dari gambaran masalah-masalah yang diungkapkan diatas, terlihat pentingnya altermatif  pemecahan masalah atau diskusi pembelajaran Kewarganegaraan di SMA . Alternatif dimaksud yaitu sistem pembelajaran yang dapat meningkatkan pemahaman, keterampilan berfikir kritis dan kemampuan, mengaplikasikan teori dan konsep-konsep yang telah dipahami untuk memudahkan pemecahan masalah yang dihadapi.
Kondisi pembelajaran yang sangat memprihatinkan pada gilirannya membutuhkan perhatian yang serius dari berbagai kalangan, guna mencari alternatif pemecahan masalah yang tepat. Walupun  berbagai upaya telah dan sedang dilaksanakan pemerintah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Kewarganegaraan dengan pengadaan sarana dan prasarana, penyempurnaan kurikulum, penataran guru bidang study, pengadaan buku paket, pengadaan sanggar dan pemantapan kelompok kerja guru, akan tetapi persoalan yang mendasar yaitu praktek pembelajaran belum juga teratasi karena masih berpegang pada praktek pembelajaran secara klasikal. Guna menanggulangi permasalahan pembelajaran, para pakar teknologi pembelajaran menaruh perhatian pada upaya memperbaiki proses pembelajaran dalam rangka meningkatkan prestasi belajar siswa. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengidentifikasi dan memanipulasi variabel pembelajaran yang dapat meningkatkan efektifitas pembelajaran. Menurut Reigeluth dalam Degeng (1989 : 14) pada hakekatnya hanya variabel metode pembelajaran yang berpeluang untuk dimanipulasi. Karena metode yang tepat dengan memperhatikan kondisi yang ada akan dapat meningkatkan prestasi belajar. Senada Dengan Reigeluth, Degeng (2001 : 12) berpendapat bahwa saat ini diperlukan pengetahuan tentang jenis–jenis metode yang dapat membuat belajar menjadi mudah dan lebih menyenangkan bagi siswa, metode yang lebih efektif, efisien, dan memilikin daya tarik tinggi. Untuk memungkinkan siswa aktif dalam proses belajar, diperlukan kemampuan dan ketrampilan guru yang memadai dalam hal pengambilan keputusan yang tepat melalui penciptaan kondisi belajar yang relavan dengan tujuan yang hendak dicapai serta kondisi yang ada.
Pembelajaran diskusi kelompok kecil adalah salah satu strategi pembelajaran untuk membuat siswa dapat berinteraksi atas siswa (Oemar Hamalik, 2001 : 117) model mengajar kelompok diatas lebih menekankan aktivitas belajar siswa secara bersama dalam kelompok sehingga mengembangkan hubungan sosial dalam pemecahan masalah belajar  (Nana Sudjana, 1989 : 86).
Secara operasional, penelitian ini akan menguji pengaruh metode dan kognitif pembelajaran terhadap prestasi  pembelajaran Kewarganegaraan. Metode pembelajaran pada penelitian ini mengacu pada strategi penyampaian dan strategi pengelolaan yang berbasis pada pembelajaran diskusi kelompok kecil. Prestasi  pembelajaran berupa prestasi belajar atau ujuk kerja yang dapat memperlihatkan siswa dalam menyelesaikan soal-soal Kewarganegaraan. Kondisi pembelajaran dalam menyelesaikan soal-soal Kewarganegaraan. Semakin banyak siswa menggunakan waktu latihan dalam belajar Kewarganegaraan, diprediksi akan semakin mampu memahami soal-soal dan cara penyelesaian yang tepat, sebaliknya ketiadaan waktu yang cukup akan menyebabkan siswa mengalami kesulitan dalam memecahkan soal-soal Kewarganegaraan yang dihadapai. Kesulitan ini semakin intens terjadi bila siswa hanya mengharapkan apa yang dijelaskan guru dalam kelas.
Dengan melihat uraian di atas, maka penulis mengajukan judul “PENINGKATAN HASIL BELAJAR KEWARGANEGARAAN YANG DIAJAR DENGAN PEMBELAJARAN DISKUSI KELOMPOK KECIL SISWA KELAS X SMA NEGERI.”

B.    Rumusan Masalah
            Berdasarkan latar belakang masalah, maka dapat dirumuskan sebagai berikut :
Apakah ada peningkatan hasil belajar kewarganegaraan yang diajar dengan pembelajaran diskusi kelompok kecil siswa kelas X SMA Negeri?”

C.    Tujuan Penelitian
         Berpijak pada masalah yang akan diteliti, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui :
“Peningkatan hasil belajar kewarganegaraan yang diajar dengan pembelajaran diskusi kelompok kecil siswa kelas X SMA Negeri”

D.    Manfaat Penelitian
1. Guru-guru lebih memperhatikan faktor-faktor yang dapat meningkatkan prestasi belajar.
2. Guru bidang studi Kewarganegaraan agar menerapkan pembelajaran diskusi kelompok kecil untuk meningkatkan prestasi belajar.
3. Sebagai landasan pijakan dalam melakukan penelitian lanjutan dengan melibatkan lebih lengkap komponen strategi-strategi pembelajaran, khususnya pembelajaran diskusi kelompok kecil.

E.    Hipotesis
Dalam penelitian ini penulis mengajukan hipotesis sebagai berikut:
Ho :  “Tidak ada peningkatan hasil belajar kewarganegaraan yang diajar dengan pembelajaran diskusi kelompok kecil siswa kelas X SMA Negeri ”
Ha : “Ada peningkatan hasil belajar kewarganegaraan yang diajar dengan pembelajaran diskusi kelompok kecil siswa kelas X SMA Negeri ”

F.    Pembatasan Penelitian
           Penelitian ini dibatasi pada tiga aspek sebagai berikut :
1. Eksperimen terbatas pada bidang studi Kewarganegaraan.
2. Strategi pembelajaran yang digunakan terbatas pada strategi pembelajaran diskusi kelompok kecil
3. Penelitian dilaksanakan hanya di kelas X.

silahkan downlod Skripsi KTI PTK dengan judul
https://sites.google.com/site/skripsiktiptk/Skripsi%20KTI%20PTK%20kode038.zip?attredirects=0&d=1
COPY LINK DIBAWAH INI MUNGKIN SUATU WAKTU ANDA MEMERLUKAN KEMBALI

Terima kasih sudah berkunjung di judulskripsi-pai.blogspot.com referensi contoh kti skripsi.
Simpan atau rekomendasikan ke teman-teman anda melalui email, blogspot, facebook, twitter, google +, atau berikan komentar anda disini:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar