Kamis, 12 Juni 2014

Peningkatan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Pokok Bahasan Bermain Drama dengan Pembelajaran Role Playing Siswa Kelas III SMP Negeri

BAB I
PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan upaya manusia secara sadar yang tujuannya bersifat ganda, yaitu mengembangkan kepribadian dan kemampuan manusia. Upaya itulah yang menandakan sifat kesengajaan dari kependidikan (Wijaya, 1992: 9) memberikan pengertian tentang pendidikan:
“Pendidikan adalah salah satu cara utama bagaimana masyarakat mempengaruhi perilaku warganya. Pendidikan nasional Indonesia tidak hanya bertugas membentuk warga negara yang baik, tetapi bertugas mencerdaskan bagsa secara terus menerus, khususnya untuk kepentingan generasi muda diseluruh Indonesia. Pendidikan dilakukan secara formal di sekolah dan secara non formal di lembaga-lembaga luar sekolah dengan maksud agar yang lulus dan tidak lulus dapat merasakan pendidikan”.
Akan tetapi salah satu keprihatinan yang dilontarkan banyak kalangan mengenai penyelenggaraan sistem pendidikan di Indonesia adalah rendahnya kualitas Out Put yang dihasilkan oleh lembaga-lembaga pendidikan formal. Menurut Indra (2001: 3)  menjelaskan tentang kualitas pendidikan dewasa ini yaitu :
“Masalah krusial yang dihadapi dalam pelaksanaan sistem pendidikan nasional adalah belum adanya kesatuan pandangan tentang paradigma yang dianut dalam sistem pendidikan nasional, sehingga muncul suatu sinyalemen bahwa sistem pendidikan kita sedang berada pada persimpangan jalan”.
Begitu juga Suyanto (2001: 17) berpendapat bahwa dari segi mutu pendidikan nasional kita, masih jauh ketinggalan. Banyak indikator yang menunjukkan hal ini Secara eksternal rendahnya kualitas  lembaga pendidikan formal disebabkan oleh kebijakan sistem pendidikan yang sentralistik, sementara secara internal praktek pembelajaran masih menggunakan pendekatan– pendekatan yang tradisional.
Oleh karena itu, dalam membangun pendidikan masa depan, kita harus tetap berani merumuskan paradigma baru, formula baru, cara-cara baru, dan juga metode-metode baru (Suyanto, 2001: 9).                                                                                                                                
Dari gambaran masalah-masalah yang diungkapkan diatas, terlihat pentingnya altermatif pemecahan masalah pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar. Alternatif dimaksud yaitu sistem pembelajaran yang dapat meningkatkan pemahaman, keterampilan berfikir kritis dan kemampuan, mengaplikasikan teori dan konsep-konsep yang telah dipahami untuk memudahkan pemecahan masalah yang dihadapi dengan menggunakan pembelajaran role playing. Hamalik (2001: 99) memberikan penekanan tentang manfaat pengajaran role playing dilihat dari segi perencanaan, siswa staf, situasi mengajar-belajar dan fasilitas perlengkapan yaitu:
“Jika pengajaran dilakukan oleh guru yang memiliki profesional yang baik, maka tingkat keberhasilan dalam mencampai tujuan pengajaran akan lebih memadai dibanding dengan guru yang berkualitas rendah, hal ini terjadi dalam sistem pengajaran beregu. Sistem ini akan berhasil bila guru memenuhi kualifikasi yang telah ditentukan”.
Kondisi pembelajaran yang sangat memprihatinkan pada gilirannya membutuhkan perhatian yang serius dari berbagai kalangan, guna mencari alternatif pemecahan masalah yang tepat. Walaupun  berbagai upaya telah dan sedang dilaksanakan pemerintah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran ahasa Indonesia dengan pengadaan sarana dan prasarana, penyempurnaan kurikulum, penataran guru bidang study, pengadaan buku paket, pengadaan sanggar dan pemantapan MGMP, akan tetapi persoalan yang mendasar yaitu praktek pembelajaran belum juga teratasi karena masih berpegang pada praktek pembelajaran secara konvensional.
Menurut Reigeluth dalam Degeng (1989: 14 ) pada hakekatnya hanya variabel metode pembelajaran yang berpeluang untuk dimanipulasi. Karena metode yang tepat dengan memperhatikan kondisi yang ada akan dapat meningkatkan hasil belajar.
Surakhmad (1980: 103) berpendapat bahwa pembelajaran role playing atau dikenal dengan metode sosiodrama adalah metode yang mendramatisasikan cara tingkah laku dialam hubungan sosial. Sedangkan metode ini sangat berhubungan dengan bermain peran yang menekankan kenyataan dimana siswa diturut sertakan didalam memainkan peranan dalam mendramatisasikan masalah-masalah hubungan sosial.
Metode ini bertujuan: mengerti perasaan orang lain, membagi pertanggungjawab dan memikulnya, menghargai pendapat orang lain dan mengambil keputusan dalam kelompok.
Ibrahim (1991: 107) Role Playing atau metode sosiodrama dan juga dikenal dengan bermain peran merupakan metode yang sering digunakan dalam mengajarkan nilai-nilai dan memecahkan masalah-masalah yang dihadapi dalam hubungan sosial dengan orang-orang dilingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat. Dalam pelaksanaannya siswa-siswa diberi berbagai peran tertentu dan melaksanakan peran tersebut, serta mendiskusikannya di kelas. Mudjiono, (1993: 81) mengemukakan bermain peran atau Role Playing yakni memainkan peranan dari peran-peran yang sudah pasti berdasarkan kejadian terdahulu, yang dimaksudkan untuk menciptakan kembali situasi sejarah/peristiwa masa lalu, menciptakan kemungkinan-kemungkinan kejadian masa yang akan datang, menciptakan peristiwa mutakhir yang dapat dipercaya, atau mengkayalkan situasi pada suatu tempat dan waktu tertentu. Selain itu bermain peran juga dapat diartikan sebagai memainkan peran secara spontan dari suatu situasi, kondisi atau keadaan oleh anggota dari kelompok belajar yang terpilih. Dalam bermain peran sering kali dilengkapi atau didasarkan pada skenario tertentu.
Wentzel dalam Jamaludin (2001: 41) mengemukakan tentang respons siswa terhadap sekolah yaitu:
“Sekolah yang memiliki hubungan dengan status keanggotaan siswa dan berbungan dengan baik sesama teman mempengaruhi performance akademik siswa, malalui stimulasi dan kondisi belajar yang inklusif yang mendorong siswa untuk bisa berkonsentrasi dan memberikan yang terbaik yang bisa dilakukan”.
Secara operasional, penelitian ini akan menguji pengaruh pembelajaran role playing, konvensional terhadap hasil pembelajaran Bahasa Indonesia. Metode pembelajaran pada penelitian ini mengacu pada strategi penyampaian dan strategi pengelolaan yang berbasis pada pembelajaran role playing. Hasil pembelajaran berupa hasil belajar.
Kemudian dalam hubungannya dengan kegiatan belajar, yang penting bagaimana menciptakan kondisi atau suatu proses yang mengarahkan siswa melakukan aktivitas belajar, bagaimana seorang guru melakukan usaha untuk menumbuhkan dan memberikan motivasi agar siswa melakukan aktivitas belajar dengan baik (Sardiman, 2001: 75), siswa yang memiliki gaya kognitif akan selalu ingin melakukan sesuatu secepat mungkin, sebaik mungkin dan memiliki keinginan untuk mencapai prestasi sesuai dengan stadart yang ditetapkan
Sebagai kelompok pembanding dalam penelitian ini pembelajaran konvensional, maksudnya karena aktivas belajar mengajar di kelas selalu didomonasi guru sehingga otonomi individu dan kebebasan belajar siswa kurang mendapat perhatian. Cara pembelajaran konvensional artinya setiap anak mempelajari hal yang sama (Sudjana, 1989: 54 ).
Derek Rowntree dalam Sudjarwo (1989: 157) menjelaskan pola interaksi dua arah yang diterapkan pada pembelajaran konvensional. Pola interaktif dua arah dapat lebih efektif jika stuktur dalam upaya pembelajaran konvensional.
Skenario pembelajaran konvensional berlangsung dalam tiga tahap yaitu : bagian pendahuluan, batang tubuh pembelajaran, dan bagian penutup secara rinci tahap – tahap pembelajaran konvensional ini dapat dijelaskan sebagai berikut : bagian pendahuluan pembelajaran konvensional adalah: (1) meletakkan hubungan awal guru dan siswa menggunakan berbagai teknik, (2) menangkap perhatian siswa. Fungsi ini berusaha untuk memusatkan perhatian siswa  pada peristiwa pembelajaran yang akan segera berlangsung, (3) menjelaskan esensi isi atau materi secara singkat,guru perlu memberikan penjelasan topik bahan pembelajaran, inti bahan pelajaran  tujuan khusus yang akan dicapai.
Dalam pembelajaran konvensional terdiri dari tiga kategori proses pembelajaran yaitu : pendahuluan diberikan, siswa dimotivasi untuk menjalani proses pembelajaran, selanjutnya guru memasuki inti atau batang tubuh pembelajaran dan penutup. Batang tubuh pembelajaran konvensional ada beberapa  hal yang perlu di perhatikan yaitu:
a.    Ruang linkup materi harus mencancakup aspek pengetahuan (fakta, konsep,prinsip, dan prosedur). Bila materi itu mencakup ketrampilan hendaknya ruang lingkup materi memuat ketrampilan, intelektual, ketrampilan fisik, dan psikomotor, rekatif dan interaktif, dan bila hal itu mencakup aspek efektif, harus jelas unsur- unsure yang masuk didalamya.
b.    Hubungan logis organisasi materi. Salah satu syarat ceramah konvensional yang baik adalah tersusun rapi  dan terorganisasi sesuai dengan logika menurut tujuan utama ceramah  adalah komunikasi.
c.    Teknik penyajian materi tentu saja belum cukup jika  ceramah itu hanya didasarkan pada adanya materi yang terorganisasi dengan baik. Materi itu harus dinyatakan dan disampaikan secara eksplisit pada siswa.
Walaupun pembelajaran konvensional sangat didominasi oleh guru namun dalam kondisi tertentu dapat melibatkan tehnik Tanya jawab. Tanya jawab dalam konteks pembelajaran konvensional, dapat memberi penekanan materi yang sedang diajarkan, memberikan latihan praktis, menimbulkan kesadaran diri, meningkatkan perhatian, memberikan rangsangan beragam, dan mengkaji ulang materi. Pola komunikasi pada belajar konvensional adalah komunikasi langsung antara guru dan siswa. Keberhasilan belajar sangat ditentukan oleh kualitas guru karena guru adalah sumber belajar utama.
Dari gambaran diatas maka untuk meningkatkan kualitas mutu pendidikan khususnya bidang studi Bahasa Indonesia sangat tepatlah bila siswa diajar memecahkan suatu masalah melalui pembelajaran role playing. Hal ini yang mendorong penulis ingin mengetahui peningkatan hasil belajar Bahasa Indonesia pokok bahasan bermain drama dengan pembelajaran role playing siswa kelas III SMP Negeri

B.   Rumusan Masalah
           Berdasarkan latar belakang masalah maka dirumuskan sebagai berikut : “Apakah ada peningkatan hasil belajar Bahasa Indonesia pokok bahasan bermain drama dengan pembelajaran role playing siswa kelas III SMP Negeri ? “

C.   Tujuan Penelitian
          Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar Bahasa Indonesia pokok bahasan bermain drama dengan pembelajaran role playing siswa kelas III SMP Negeri


D.  Manfaat Penelitian
           Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi :
1.    Guru-guru lebih memperhatikan faktor-faktor yang dapat meningkatkan hasil belajar  dan yang menghambat pengajaran Bahasa Indonesia.
2.    Guru bidang studi Bahasa Indonesia agar menerapkan pembelajaran role playing untuk meningkatkan hasil belajar serta melatih siswa bersosialisasi terhadap teman belajar.
3.    Peneliti lain, sebagai landasan pijakan dalam melakukan penelitian lanjutan yang melibatkan strategi-strategi pembelajaran dan sesuai dengan materi pelajaran, sehingga perubahan strategi sesuai dengan tujuan yang diharapkan.

B.   Hipotesis
           Anggapan dasar sementara peneliti merumuskan hipotesis sebagai berikut:
Ha :    Tidak ada peningkatan hasil belajar Bahasa Indonesia pokok bahasan bermain drama dengan pembelajaran role playing siswa kelas III SMP Negeri
Hi :    Ada peningkatan hasil belajar Bahasa Indonesia pokok bahasan bermain drama dengan pembelajaran role playing siswa kelas III SMP Negeri 

E.   Pembatasan Penelitian
          Penelitian ini dibatasi pada tiga aspek sebagai berikut :
1.    Eksperimen terbatas pada pelajaran bahasa Indonesia pokok bahasan bermain drama.
2.    Strategi pembelajaran yang digunakan terbatas pada strategi pembelajaran role playing dengan melakukan permainan drama 1 babak
3.    Kurikulum yang digunakan  adalah kurikulum 1994
4.    Instrumen hasil belajar mengacu pada pelajaran Bahasa Indonesia
5.    Dilakukan pada semester II kelas III

silahkan downlod Skripsi KTI PTK dengan judul
https://sites.google.com/site/skripsiktiptk/Skripsi%20KTI%20PTK%20kode031.zip?attredirects=0&d=1
COPY LINK DIBAWAH INI MUNGKIN SUATU WAKTU ANDA MEMERLUKAN KEMBALI

Terima kasih sudah berkunjung di judulskripsi-pai.blogspot.com referensi contoh kti skripsi.
Simpan atau rekomendasikan ke teman-teman anda melalui email, blogspot, facebook, twitter, google +, atau berikan komentar anda disini:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar