Sabtu, 25 Januari 2014

Hubungan Antara Daya Ledak Otot Tungkai dengan Kemampuan Lompat Jauh Gaya Jongkok Siswa Kelas VI SD Negeri

BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG MASALAH

Dalam pembangunan bangsa dan negara Indonesia di segala bidang, olahraga termasuk sarana penting dalam perjuangan bangsa, karena merupakan alat utama untuk membentuk Indonesia seutuhnya.
Tap MPR No. II/MPR/1980 menyebutkan bahwa pembinaan dan penegmbangan olahraga merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas manusia Indonesia sebagaimana ditujukan pada peningkatan jasmani dan rohani seluruh masyarakat, memupuk watak, disiplin dan sportifitas, serta pengembangan prestasi olahraga yang dapat mengakibatkan rasa kebanggaan nasional.
Olahraga merupakan alat yang ampuh untuk pembentukan fisik dan mental. Pembentukan fisik dengan latihan-latihan tetap (berolahraga) akan memperkuat anggota tubuh maupun, faalorganisme. Pembentukan mental memupuk disiplin, sportifitas, keberanian, kerjasama, rasa tanggung jawab dan sebagainya disebabkan adanya peraturan-peraturan yang tertentu bagi tiap-tiap cabang olahraga dan disebabkan adanya tantangan dan prestasi (Engkos Kosasih, 1981).
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa aktivitas jasmani atau olahraga tidak terlepas dari semua segi kehidupan manusia. Baik itu kehidupan masa lalu maupun kehidupan yang akan datang.
Sehubungan dengan hal tersebut maka sistem pendidikan nasional perlu diarahkan sebagai salah satu aspek pendidikan yang berlangsung seumur hidup.
Telah kita maklumi bahwa sekolah merupakan tempat debit olahragawan yang tak habis-habisnya apabila – Program Pendidikan Olahraga di Sekolah dapat dilaksanakan sebaik-baiknya. Serta kita maklum pula bahwa kemajuan dalam prestasi olahraga tidak dapat diciptakan dalam satu atau dua hari, akan tetapi memerlukan waktu pembinaan yang dimulai dari usia dibangku sekolah, dengan kata lain untuk mencapai prestasi yang tinggi di bidang olahraga hendaknya dimulai dari pendidikan sedini mungkin (Engkos Kosasih : 1985).
Dalam pembinaan olahraga ada beberapa faktor yang memungkinkan atlit tertentu untuk dapat berprestasi antara lain :
1.    Bakat
2.    Bentuk gerak dan latihan
3.    Tingkat perkembangan faktor prestasi dan sifat yang berdaya gerak (tenaga, stamina kecepatan, kelincahan dan keterampilan)
4.    Minat dan kemauan
(Gunter Benhard, 1993 : 10)
untuk meningkatkan masalah tersebut diperlukan usaha-usaha pembinaan dan peningkatan prestasi olahraga di berbagai cabang olahraga seperti : sepak bola, bola voli, bulu tangkis, atletik, dan lain-lain. diharapkan usaha peningkatan pembinaan dan prestasi olahraga tidak hanya dilakukan di sekolah saja namun juga dilakukan di masyarakat seperti : club atau organisasi olahraga.
Olahraga adalah suatu aktivitas fisik atau jasmani yang sangat penting bagi kesehatan dan merupakan suatu kenyataan tanpa harus dibuktikan lagi. Aktivitas fisik tersebut seperti cabang olahraga atletik terdiri dari gerakan alami seperti jalan lari lompat dan lempar telah dilakukan sejak dahulu sepanjang sejarah peradaban manusia. Di negara yang sudah maju perkembangan olahraga atletik sudah sangat maju dibandingkan dengan negara berkembang seperti Indonesia. Di negara kita masih sangat perlu adanya peningkatan dalam bidang sarana dan prasarana, penelitian, teknik dan kepelatihan.
Cabang olahraga atletik adalah induk dari semua cabang olahraga hal ini disebabkan karena unsur-unsur pokok dari cabang olahraga, seperti lari lompat dan lempar terdapat pada semua cabang olahraga lainnya.
Pada zaman dahulu kemampuan berlari melompat dan melempar sangat diperlukan untuk mempertahankan hidup seperti misalnya untuk berburu namun pada masa sekarang latihan atletik seperti lari secara rutin atau latihan lompat dan lempar dipergunakan untuk meningkatkan kesegaran jasmani dan juga untuk meningkatkan prestasi.
Pengembangan olahraga atletik di Indonesia dianggap masih belum seberapa dibandingkan dengan negara-negara yang sudah maju seperti negara-negara di Eropa ataupun Amerika hal ini bisa dimaklumi karena perlombaan atletik yang resmi baru terjadi pada tahun 1917 sewaktu Indonesia masih dijajah Belanda. Itupun pesertanya sangat sedikit tetapi setelah Indonesia merdeka pengembangan olahraga atletik  berkembang sangat pesat karena olahraga ini sangat mudah juga sangat murah untuk dilakukan. Untuk itu perlu diusahan dengan sungguh-sungguh mengembangkan kegemaran akan atletik semenjak usia muda, khususnya pada anak di sekolah dasar.
Salah satu tujuan intruksional khusus pendidikan jasmani di semua tingkat pendidikan adalah pendidikan pencapaian keterampilan, yaitu dalam melaksanakan berbagai cabang olahraga yang mencangkup kurikulum olahraga (materi dasar : 1982/1983).
Kegiatan olahraga pendidikan dalam proses pengajaran pendidikan jasmani disekolah, untuk cabang atletik merupakan salah satu cabang olahraga wajib yang diajarkan di sekolah dasar sampai sekolah menengah umum (SK Mendikbud No. 043/U/1087). Cabang olahraga atletik ini dikelompokkan dalam tiga nomor, yaitu :
1.    Nomor lari dan jalan terdiri dari ; lari jarak pendek, jarak menengah, lari jarak jauh, jalan dengan jarak 10 km, dan 20 km.
2.    Nomor lompat terdiri dari ; lompat jauh, lompat tinggi, lompat jangkit.
3.    Nomor lempar terdiri dari ; lempar lembing, lempar cakram, tolak peluru dan lontar martil.
Dari ketiga atletik tersebut, kami ingin meneliti salah satu nomor lompat yaitu lompat jauh. Pada nomor lompat jauh ada tiga gaya yang dipergunakan dalam perlombaan yaitu: gaya jongkok, gaya mengantung, dan gaya berjalan diudara.
Dari berbagai perlombaan atletik yang banyak dilaksanakan baik ditingkat daerah maupun nasional nampak terlihat bahwa nomor lompat jauh tidak banyak diikuti oleh peserta putra maupun putri. Sehingga prestasi atau pemecahan rekor lompat jauh jarang terjadi, disebabkan karena kurangnya pembinaan dari pelatih dan kurangnya persaingan peserta pada nomor ini. Demikian pula tentang prestasi mereka yang masih belum mampu bersaing dengan atlit-atlit dari kawasan Asia.
Beberapa cabang olahraga selain atletik sekarang sudah berkembang sedemikian rupa namun cabang atletik tetap menjadi induk segala cabang olahraga yang lainnya. Dalam cabang atletik ada 4 unsur gerakan yang pokok yaitu : jalan, lari lompat dan lempar. Pada nomor lompat jauh gaya jongkok ada beberapa faktor yang mempengaruhi agar seseorang dapat berprestasi menurut Engkos Kokasih (1985 : 76) faktor tersebut antara lain :
1.    Panjang Tungkai
2.    Daya ledak otot tungkai
3.    Kecepatan lari saat mengambil awalan
4.    Daya tahan tubuh
5.    Tehnik lompat
6.    Tehnik mengambang di udara
7.    Pendaratan dan lain sebagainya
Berdasarkan uraian diatas maka dapat dikatakan bahwa dalam lompat jauh membutuhkan adanya komponen kecepatan dan kekuatan yang memadai. Dengan kata lain bahwa seorang pelompat jauh biasanya akan menjadi baik lompatannya dalam melakukan lompat jauh karena seorang pelompat jauh harus mengatahui kecepatan tertinggi yang bisa dikendalikan untuk mendapat tolakan saat lepas landas agar seimbang sehingga akan dihasilkan gerakan lompat yang optimal.
Menurut Jonath (1987 : 196) bahwa seorang pelompat yang melompat cepat akan mempunyai daya sprint pelompat dan irama gerak lompat gawang.
Dengan demikian rangklaian tehnik lompat jauh yang terdiri dari awalan, take off, melayang dan mendarat sangat besar pengaruhnya terhadap keberhasilan kemampuan lompat jauh seseorang. lari yang dilakukan saat mengambil awalan dilakukan dengan kecepatan lari yang tinggi tersebut mempunyai arti yang sangat besar pada saat melakukan tolakan pada saat akan melompat.
Ini menunjukkan bahwa kecepatan dan daya ledak memiliki pengaruh terhadap prestasi lompat jauh.
Dengan demikian untuk menjadi atlet lompat jauh yang berprestasi diperlukan kesiapan kondisi fisik yang baik dengan latihan yang terprogram. Oleh karena itu seorang atlet yang memiliki kondisi yang baik bila tidak pernah latihan atau jika latihan tidak teratur dan tidak terkontrol maka akan mengalami kesulitan dalam mencapai prestasi yang diharapkan. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Jonath (1987 : 355) yang mangatakan bahwa “latihan merupakan persyaratan prestasi yang baik dan mungkin bagi karier dalam bidang atletik”.
Berdasarkan konsep tersebut, dapat dikatakan bahwa dalam nomor lompat jauh seorang atlit memerlukan kondisi fisik yang baik serta penguasaan teknik lompatan yang sempurna. Seorang atlet lompat jauh agar lompatannya menghasilkan lompatan yang sejauh mungkin menurut Gunter (1993 : 45) memerlukan :
1.    Komponen kondisi fisik seperti kecepatan dan tenaga lompat yang tujuannya diarahkan kepada keterampilan.
2.    Penguasaan teknik seperti ancang-ancang persiapan lompatan dan perpindahan fase melayang serta waktu pendaratan.
Dari uraian tersebut dapat dikatakan bahwa pelompat pada saat melompat memerlukan komponen kondisi fisik seperti : kecepatan daya ledak (power), kekuatan, keseimbangan, kelenturan dan koordinasi gerak serta penguasaan tehnik komponen tersebut tidak berdiri sendiri tetapi saling terkait dan menunjang guna mencapai prestasi seoptimal mungkin.
Berdasarkan latar belakang tersebut kami ingin mengkaji tentang hubungan antara kecepatan lari dan daya ledak otot tungkai dengan prestasi lompat jauh gaya jongkok. Yang pada akhirnya hasil penelitian ini nantinya dapat dijadikan sebagai kajian secara empiris pada sekolah yang ditelitinya.

B.    RUMUSAN MASALAH
Problem yang akan dicari pemecahannya hendaknya dirumuskan dalam bentuk kalimat pertanyaan yang tegas, jelas untuk menambah ketajaman perumusan (Dr. M. Subandowo, MS et all).
Bertitik tolak dari uraian dan konsep pemikiran yang ada latar belakang di atas maka peneliti mengajukan rumusan masalah sebagai berikut :
“Adakah hubungan antara lari cepat 50 meter dan daya ledak otot tungkai dengan prestasi lompat jauh gaya jongkok siswa Kelas VI SD Negeri ?”.

C.    HIPOTESIS
Hipotesis suatu dugaan yang mungkin benar dan juga salah, karena menurut Suharsimi (1998 : 62) Hipotesis adalah suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian, sampai terbukti melalui data yang terkumpul. Guna melihat hubungan yang saling mengikat antara lari cepat 50 meter dan daya ledak otot tungkai dengan prestasi lompat jauh gaya jongkok. Pada siswa Kelas VI SD Negeri .Maka dikemukakan hipotesis sebagai berikut”
“ Ada hubungan positif antara lari cepat 50 meter dan daya ledak otot tungkai dengan prestasi lompat jauh gaya jongkok ”.

D.    VARIABEL DAN DEFINISI OPERASIONAL VARIABEL

1.    Variabel
Menurut Dr. M. Subandowo, MS et all variabel adalah konsep yang sudah mengandung variasi nilai. Variabel dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang menjadi objek pengamatan penelitian untuk menguji hipotesis di atas, maka ditetapkan variabel sebagai berikut :
a.    Variabel Bebas
X1 yaitu kecepatan lari 50 meter
X2 yaitu daya ledak otot tungkai
b.    Variabel Terikat
Y yaitu prestasi lompat jauh
2.    Definisi Operasional Variabel
Guna menghindari penafsiran yang berbeda-beda tentang yang digunakan dalam penelitian ini, maka perlu adanya batasan operasional dari masing-masing variabel batasan tersebut adalah :
a.    Lari Cepat 50 meter
Lari cepat 50 meter adalah bentuk test lari cepat (sprint) dengan jarak 50 meter dengan mangambil catatan waktu tercepat.
b.    Daya Ledak Otot Tungkai
Daya ledak otot tungkai adalah kekuatan dan kecepatan yang bereaksi pada waktu bersamaan dalam mengatasi beban dengan menggunakan alat ukur vertikal jump yang dapat diukur dengan alat ukur.
c.    Lompat Jauh Gaya Jongkok
Lompat jauh gaya jongkok adalah hasil yang dicapai atau maksimal yang dicapai oleh siswa dalam melakukan lompat jauh gaya jongkok, dimana lompatan dilakukan 3 kali dan diambil yang terjauh.

E.    TUJUAN PENELITIAN / PENTINGNYA PENELITIAN
1.    Tujuan Penelitian
Secara umum penelitian ini bertujuan mendapatkan gambaran tentang kaitan variabel lari cepat 50 meter dan daya ledak otot tungkai dengan prestasi lompat jauh gaya jongkok yang dimiliki siswa SD Negeri .Secara praktis penelitian ini akan dijadikan pertimbangan dalam memilih atlit lompat jauh dan secara garis besar mempunyai tujuan untuk melakukan tes dan pengukuran pada cabang olahraga atletik yaitu lompat jauh.
Sedangkan secara khusus penelitian ini bertujuan :
a.    Ingin mendapat data informasi yang lengkap mengenai kemampuan melakukan lari cepat 50 meter siswa Kelas VI SD Negeri .
b.    Ingin mendapat data informasi yang lengkap mengenai kemampuan melakukan daya ledak otot tungkai siswa Kelas VI SD Negeri .
c.    Untuk mengetahui sejauh mana tingkat hubungan antara lari cepat 50 meter dan daya ledak otot tungkai dengan prestasi lompat jauh gaya jongkok siswa Kelas VI SD Negeri .

F.    PENTINGNYA PENELITIAN
Apabila hasil penelitian ini mengembangkan adanya hubungan yang berarti maka penelitian ini penting sebagai :
1.    Bahan masukan bagi para guru olahraga untuk mempertimbangkan program latihan lari cepat 50 meter dan daya ledak otot tungkai sebagai metode latihan dalam meningkatkan prestasi lompat jauh gaya jongkok.
2.    Bahan informasi dalam mengembangkan ilmu kepelatihan olahraga terutama dalam menerapkan latihan kecepatan.
3.    Dengan penelitian ini peneliti berharap dapat memberi pandangan yang khusus pada cabang atletik, khususnya lompat jauh gaya jongkok.
4.    Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar untuk memberikan saran-saran perbaikan membina dan memilih atlit lompat jauh.

silahkan downlod Skripsi KTI PTK dengan judul
https://sites.google.com/site/skripsiktiptk/Skripsi%20KTI%20PTK%20kode001.zip?attredirects=0&d=1
COPY LINK DIBAWAH INI MUNGKIN SUATU WAKTU ANDA MEMERLUKAN KEMBALI

Terima kasih sudah berkunjung di judulskripsi-pai.blogspot.com referensi contoh kti skripsi.
Simpan atau rekomendasikan ke teman-teman anda melalui email, blogspot, facebook, twitter, google +, atau berikan komentar anda disini: